Rabu, 09 Maret 2011

Pengelolaan Resiko Bencana (Disaster Risk Management)

Filled under: ,

Pengelolaan resiko bencana pada dasarnya adalah suatu upaya yang ditujukan untuk meminimalkan resiko yang mungkin terjadi serta melakukan upaya-upaya pencegahan (mitigasi) di wilayah yang rentan terkena bencana. Pengelolaan resiko bencana merupakan istilah yang umum dipakai dalam penilaian resiko, pencegahan bencana, mitigasi bencana, dan persiapan menghadapi bencana.
  • Beberapa istilah yang sering dipakai dalam pembahasan pengelolaan resiko bencana antara lain adalah Bahaya (Hazard), Bencana (Disaster), Kerentanan (Vulnerability), Resiko Bencana (Disaster Risk), Penilaian Resiko / Analisa Resiko (Risk Assessment/Risk Analysis), Pencegahan Bencana dan Mitigasi (Disaster Prevention and Mitigation), Kewaspadaan Terhadap Bencana (Disaster Preparedness). Adapun pengertian dari istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut :
  • Bahaya (Hazard) adalah suatu ancaman yang berasal dari peristiwa alam yang bersifat ekstrim yang dapat berakibat buruk atau keadaan yang tidak menyenangkan. Tingkat ancaman ditentukan oleh probabilitas dari lamanya waktu kejadian (periode waktu), tempat (lokasi), dan sifatnya saat peristiwa itu terjadi. Bahaya alam (Natural hazard) adalah probabilitas potensi kerusakan yang mungkin terjadi dari fenomena alam di suatu area / wilayah.
  • Bencana (Disaster) merupakan fungsi dari kondisi yang tidak normal yang terjadi pada masyarakat dan mempunyai kecenderungan kehilangan kehidupannya, harta benda dan lingkungan sumberdayanya, serta kondisi dimana masyarakat tidak mempunyai kemampuan untuk keluar dari dampak / akibat yang ditimbulkannya.
  • Kerentanan/kerawanan (Vulnerability) dapat diartikan sebagai ketidakmampuan menangkal /menahan dampak dari kejadian/peristiwa alam yang berasal dari luar atau kecenderungan dari sekumpulan masyarakat terkena atau mengalami kerusakan, masalah dan sebab akibat sebagai hasil dari suatu bahaya.
  • Resiko Bencana (Disaster Risk) adalah tingkat kerusakan dan kerugian yang sudah diperhitungkan dari suatu kejadian atau peristiwa alam. Resiko Bencana ditentukan atas dasar perkalian antara faktor bahaya dan faktor kerentanannya. Yang termasuk bahaya disini adalah probabilitas dan besaran yang dapat diantisipasi pada peristiwa alam; sedangkan kerentanan/kerawanan dipengaruhi oleh faktor politik, ekonomi, sosial budaya dan geografis. Berikut ini adalah rumusan yang dipakai secara luas untuk menghitung resiko bencana yang merupakan perkalian 2 faktor, yaitu :
Resiko (Risk) = Bahaya (Hazard) x Kerentanan (Vulnerability)
  • Pengelolaan resiko bencana (Disaster risk management) secara teknis terdiri dari tindakan (program, proyek dan atau prosedur) serta pengadaan peralatan yang dipersiapkan untuk menghadapi dampak atau akibat dari suatu bencana sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, yaitu untuk mengurangi resiko bencana yang ditimbulkannya. Secara operasional, pengelolaan resiko bencana adalah kegiatan yang terdiri dari penilaian resiko, pencegahan bencana, mitigasi dan waspada bencana.
  • Penilaian Resiko atau Analisa Resiko adalah survei yang dilakukan terhadap bahaya yang baru terjadi yang disebabkan oleh suatu peristiwa alam yang ekstrim seperti yang terjadi juga pada kerentanan lokal dari populasi yang didasari atas kehidupan untuk memastikan resiko tertentu di wilayah. Berdasarkan informasi ini resiko bencana dapat dikurangi.
  • Kapasitas adalah kebijakan dan sistem kelembagaan yang dimiliki oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya mengurangi potensi kerusakan akibat bencana serta mengurangi kerentanan terhadap bencana. Bencana alam yang disebabkan oleh gempabumi, angin topan, banjir, tanah longsor dan kekeringan seringkali mengingatkan pada kita tentang bencana akan benar-benar terjadi. Resiko bencana sebagai hasil dari frekuensi dan kondisi yang rentan dapat berubah menjadi suatu bencana. Resiko bencana adalah hasil dari tingkat kejadian, intensitas bahaya dan sistem kehidupan yang sangat rentan. Peran dari sistem sosial dalam arti kepedulian masyarakat dan sistem pengelolaan memungkinkan merubah sifat kerentanan terhadap bahaya dan mengurangi tingkat kerawanan melalui intervensi yang sistematik.
Pencegahan Bencana dan Mitigasi

Adalah aktivitas / kegiatan dalam rangka mencegah dan memitigasi dampak yang sangat buruk dari peristiwa alam yang sangat ekstrim yang dilakukan untuk periode jangka menengah dan jangka panjang. Dari sudut pandang politik, hukum, administrasi, dan infrastruktur, pencegahan bencana merupakan salah satu ukuran untuk menyatakan kondisi /situasi bahaya dan disisi lain melibatkan gaya hidup dan karakter dari penduduk/masyarakat yang tinggal di daerah yang rentan untuk dapat mengurangi resiko bencana yang mungkin dapat menimpanya.
Kewaspadaan Terhadap Bencana

Kewaspadaan terhadap bencana adalah suatu ukuran yang mencakup kegiatan evakuasi yang dapat dilakukan secara cepat dan efektif dalam usaha penyelamatan nyawa manusia, mitigasi terhadap hilang dan rusaknya harta benda serta penyediaan bantuan darurat. Kewaspadaan terhadap bencana dalam arti yang lebih luas adalah suatu usaha dalam menyediakan sistem peringatan dini, kemampuan dalam meng-koordinasi dan meng-operasikan, perencanaan kondisi darurat, menyalurkan bantuan dalam keadaan darurat dan pelatihan.

5 koment:

  1. terima kasih telah membantu untuk mendapatkan refensi tentang bencana.

    BalasHapus
  2. sama sama mbak. senang bisa membantu anda.

    BalasHapus
  3. Kalo boleh tau, itu sumbernya dari mana ya? Kebetulan saya juga lagi nyari literatur tentang mitigasi bencana..

    BalasHapus
  4. dari karya seorang prof ahli geologi, saya lupa namanya. ada di buku saya.

    BalasHapus
  5. maaf,klw boleh tw apa judul bukux dan penulisx??
    (krn mw dijadikan dapus )

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...