Minggu, 21 September 2014

Yok Berubah

Leave a Comment

Di masa saat ini siapa sih yang tidak kenal kata move-ON, kata kata ini dipakai semua kalangan dari anak kecil, remaja, sampai dewasa. tapi sebelum membahas mengenai move-on lebih jauh, saya ingin mengajukan pertanyaan kepada anda. apa sih ciri ciri makhluk hidup menurut anda sekalian? saat SMP kelas 7 pasti udah diajarkan oleh para guru apa itu makhluk hidup dan ciri ciri makhluk hidup. gimana ingat tidak apa ciri cirinya? baik biar saya coba ingatkan kembali. jadi ciri ciri makhluk hidup versi pelajaran biologi kelas 7 adalah BERGERAK, IRITABILITAS, MAKAN, BERNAFAS, TUMBUH DAN BERKEMBANG, BERKEMBANG BIAK, ADAPTASI, REGULASI dan EKSKRESI. piye ? udah ingat kan. disini ada 2 poin penting dari ciri ciri makhluk hidup yang akan saya hubungkan dengan move-ON yaitu BERGERAK dan TUMBUH SERTA BERKEMBANG.


Di buku ON karya Jamil Azzaini dijelaskan bahwa pengertian move ON adalah bergerak, berpindah, dari satu situasi ke situasi lainnya. perpindahan ini jelas harus kearah yang lebih baik, tinggi, berkelas, bermartabat. anda sekarang lagi galau? entah itu gara gara pekerjaan, tugas akhir, hutang yang menumpuk, masalah keluarga, karir stagnan, gaji tidak naik naik, hidup menjemukan dan membosankan, target tidak tercapai dan lain lain. kalau anda merasa galau berarti anda harus MOVE-ON.

oke ada beberapa orang yang menganggap bahwa hidup mereka aman aman saja, mereka tidak pernah galau dan bebas dari masalah. dan mereka menganggap mereka tidak perlu berubah. anggapan itu menurut saya salah, dunia yang terus berubah ini haruslah diimbangi dengan perubahan dari diri kita. karena apabila kita tidak mengikuti perubahan tersebut, maka kita akan tertinggal jauh dibelakang. ibarat sepeda yang bergerak maju kedepan harus dikayuh dan digerakkan, apabila tidak dikayuh maka tidak akan bergerak dan jatuh karena kehilangan keseimbangan. begitu juga hidup kita senantiasa harus bergerak, bukankah ciri makhluk hidup adalah bergerak. jadi apabila tidak berubah atau bergerak berarti hidup anda telah mati, mati dalam artian meskipun secara biologis anda hidup tetapi sebenarnya kehidupan anda telah mati sebelum jasad anda benar benar mati terbujur kaku. jadi jika anda ingin dikatakan sebagai makhluk hidup ayok berubah, ayo move-ON kearah yang lebih baik, terus bergerak, terus melesat kedepan, berhentilah di zona nyaman anda, tantanglah hidup anda. sehingga hidup kita nantinya berarti.. untuk bagaimana melakukan move-ON yang mengarah kepada kebaikan, kemaslahatan, dan lainnya maka saya menyarankan anda untuk membaca buku ON milik Jamil Azzaini (bukan promosi loh, cuman menyarankan aja hehe). semoga bermanfaat.. Jazakallah (N.A.P)





Read More...

Minggu, 04 Mei 2014

Peralatan ESP

Leave a Comment
Peralatan Di atas Permukaan
Well Head

Wellhead atau kepala sumur dilengkapi dengan tubing hanger khusus yang mempunyai lubang untuk cablepackoff atau penetrator. Cablepackoff ini biasanya tahan sampai tekanan 3000 psi. Tubing hanger dilengkapi juga dengan lubang untuk hidraulic control line, yaitu saluran cairan hidraulik untuk menekan subsurfaceballvalve agar terbuka.
 Junction Box
Junction Box merupakan suatu tempat yang terletak antara switchboard dan wellhead yang berfungsi untuk tempat sambungan kabel atau penghubung kabel yang berasal dari dalam sumur dengan kabel yang berasal dari Switchboard. JunctionBox juga digunakan untuk melepaskan gas yang ikut dalam kabel dari sumur agar tidak menimbulkan kebakaran di switchboard karena banyak alat elektronik yang ada didalamnya. JunctionBox diletakkan 15 feet dari WellHead dan direkomendasikan tingginya 2-3 feet dari tanah.

Switchboard
Berfungsi sebagai pengendali atau kontrol peralatan pompa yang ditenggelamkan ke dalam sumur. Alat ini merupakan kombinasi dari motor starter, alat pelindung dari overload / underload, alat pencatat tegangan serta kuat arus listrik selama dalam kondisi operasi atau ammeter recording.
Variable Speed Drive
Sistem ESP dioperasikan dengan frekuensi tetap 50 atau 60 Hz. Secara umum Variable Speed Drive (VSD) merupakan switchboard yang mempunyai kapasitas frekuensi yang dapat diubah. VSD digunakan untuk mengubah frekuensi yang masuk ke dalam AC power menjadi frekuensi lainnya, biasanya berkisar antara 30-90 Hz.
Dengan adanya range frekuensi tersebut, akan memberikan keleluasaan dalam penentuan laju alir produksi yang disesuaikan dengan kemampuan sumur melalui pengaturan putaran pompa. Dengan pengaturan putaran diharapkan akan didapatkan pemompaan yang optimum dengan tanpa harus merubah perencanaan jumlah stage.
Penentuan besarnya frekuensi output dari VSD yang nantinya merupakan frekuensi putaran pompa dapat ditentukan melalui beberapa jenis pengontrol (control mode), yaitu :
  • Speed Mode, yaitu pengaturan berdasarkan speed sebagai harga tetapan. Misal dengan Speed Mode pada 52 Hz, berarti motor akan tetap pada putaran 52 Hz.
  • Current Mode, yaitu pengaturan berdasarkan running ampere sebagai harga tetapan.

Dengan mengubah frekuensi maka pump performance akan berubah juga. Frekuensi yang lebih tinggi menyebabkan kecepatan pompa menjadi lebih besar yang akan memberikan rate produksi dan head lebih besar, maka horse power yang dibutuhkan juga menjadi lebih besar.
Transformer
Berfungsi sebagai pengubah tegangan dari primary voltageatau Voltage Power Supply yang ada menjadi voltage yang disesuaikan dengan kebutuhan motor yang digunakan. Alat ini terdiri dari core atau inti yang dikelilingi oleh coil dari lilitan kawat tembaga. Keduanya baik core maupun coil direndam dengan minyak trafo sebagai pendingin dan isolasi. Perubahan tegangan akan sebanding dengan jumlah lilitan kawatnya.

Peralatan Di Bawah Permukaan
Motor
Motor ini berfungsi sebagai tenaga penggerak bagi unit pompa (prime mover). Merupakan motor induksi tiga fasa yang terdiri dari dua kumparan, yaitu stator (bagian yang diam) dan rotor (bagian yang bergerak). Rotor ini dihubungkan dengan poros yang terdapat pada pompa (shaft) sehingga impeller pompa akan berputar. Karena diameter luarnya terbatas (tergantung diameter casing), maka untuk mendapatkan horse power yang cukup maka motor dibuat panjang dan berganda (tandem).
Motor ini diisi dengan minyak yang mempunyai tahanan listrik (dielectric strength) tinggi. Minyak tersebut selain berfungsi sebagai pelumas juga berfungsi sebagai tahanan (isolasi) dan sebagai penghantar panas motor yang ditimbulkan oleh perputaran rotor ketika motor tersebut bekerja. Panas tersebut dipindahkan dari rotor ke housing motor yang selanjutnya dibawa ke permukaan oleh fluida sumur yang terproduksi. Media pendingin motor yang lain adalah fluida yang melewati samping body motor yang membawa panas yang ditimbulkan oleh motor. 
Protektor
Protektor sering juga disebut dengan Seal Section (Centrilift) atau Equalizer (ODI).Alat ini dipasang di antara gas separator dan motor listrik yang mempunyai 4 (empat) fungsi utama, yaitu:
  • Untuk mengimbangi tekanan motor dengan tekanan di annulus,
  • Sebagai tempat duduknya Thrust Bearing (yang mempunyai bantalan axial dari jenis marine type),
  • Untuk meredam gaya axial yang ditimbulkan oleh pompa
  • Sebagai penyekat masuknya fluida sumur ke dalam motor listrik


Gas Separator
Intake atau Gas Separator dipasang di bawah pompa dengan cara menyambungkan sumbunya (shaft) memakai coupling. Intake ada yang dirancang untuk mengurangi volume gas yang masuk ke dalam pompa, disebut gasseparator, tetapi ada juga yang tidak yang disebut Intake atau Standart Intake.GasSeparator digunakan apabila sumur mempunyai konsentrasi gas yang tinggi dan untuk menghindari timbulnya gas lock pada pompa yang akhirnya pompa akan underload jika tidak cukup fluida yang dihisap sehingga load dari motor akan jauh berkurang.
Fungsi Gas Separator diantaranya yaitu mencegah menurunnya head capacity, mencegah terjadinya fluktuasi beban pada motor, mengurangi surging (flow yang tidak satbil). Gas Separator dibagi menjadi 2 macam yaitu Reverse Flow Gas Separator dan Rotari Gas Separator.
Unit Pompa
Unit pompa merupakan Multistage Centrifugal Pump, yang terdiri dari: impeller, diffuser, shaft (tangkai) dan housing (rumah pompa). Di dalam housing pompa terdapat sejumlah stage, dimana tiap stage terdiri dari satu impeller dan satu diffuser. Jumlah stage yang dipasang pada setiap pompa akan dikorelasi langsung dengan Head Capacity dari pompa tersebut. Pemasangannya bisa menggunakan lebih dari satu (tandem) tergantung dari Head Capacity yang dibutuhkan untuk menaikkan fluida dari lubang sumur ke permukaan. Impeller merupakan bagian yang bergerak, sedangkan diffuser adalah bagian yang diam. Seluruh stage disusun secara vertikal, dimana masing-masing stage dipasang tegak lurus pada poros pompa yang berputar pada housing.
Prinsip kerja pompa ini, yaitu fluida yang masuk ke dalam pompa melalui intake akan diterima oleh stage paling bawah dari pompa, impeller akan mendorongnya masuk, sebagai akibat proses sentrifugal maka fluida akan terlempar keluar dan diterima oleh diffuser. Oleh diffuser, tenaga kinetis (velocity) fluida akan diubah menjadi tenaga potensial (tekanan) dan diarahkan ke stage selanjutnya. 
Pada proses tersebut fluida memiliki energi yang semakin besar dibandingkan pada saat masuknya. Kejadian tersebut terjadi terus menerus sehingga tekanan head pompa berbanding linier dengan jumlah stages, artinya semakin banyak stages yang dipasangkan, maka semakin besar kemampuan pompa untuk mengangkat fluida. Kapasitas pompa bergantung dari sudut vane dari Impeller, tebal dari Impeller Vane Opening dan diameter luar dari Impeller. Pemilihan laju produksi yang tepat dalam mendesain pompa ESP merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan untuk jenis ESP yang dipilih, karena ESP sangat sensitif dengan laju aliran. Apabila laju produksi terlalu besar dari kemampuan ESP maka akan menyebabkan up thrust kerusakan terjadi pada difusser bagian atas. Sedangkan laju terlalu kecil dari kapasitas ESP akan menyebabkan down thrust yang akan merusak difusser bagian bawahnya. Ada 3 jenis pompa yang biasa dipakai yaitu Floater, Compression dan Bottom Floater.
Kabel Listrik
Power cable gunanya untuk mengalirkan arus listrik dari switchboard ke motor. Power yang dibutuhkan oleh motor disalurkan dari permukaan melalui kabel listrik yang dilapisi dengan penyekat. Kabel ini ditempatkan sepanjang tubing dengan Clamp. Unit kabel ini terdiri atas tiga buah kabel tembaga yang satu sama lain dipisahkan dengan pembalut terbuat dari karet dan keseluruhannya dibungkus dengan pelindung baja. Ada dua jenis kabel, yaitu flat cable (pipih) dan round cable (bulat), yang penggunaannya tergantung pada besarnya ruang (clearances) yang tersedia. 
Check Valve dan Bleeder Valve
Check valve dipasang 1 – 3 joint di atas pompa, gunanya untuk menahan liquid agar tidak turun ke bawah yang mana mengakibatkan pompa berputar terbalik (back spinning) sewaktu pompa mati, apabila distart shaft bisa patah. Bleeder valve berada 1 joint di atas check valve digunakan untuk mengalirkan fluida dari tubing ke annulus sesaat sebelum cabut tubing, jadi ada shear pin yang bisa dipatahkan dengan suatu bar (besi) dijatuhkan dalam tubing untuk membukanya.
Centralizer
Berfungsi untuk menjaga kedudukan pompa agar tidak bergeser atau selalu ditengah-tengah pada saat pompa beroperasi, sehingga kerusakan kabel karena gesekan dapat dicegah. Dipasang 1-2 buah pada tubing.
Kantung Calgon
Berisikan calgonyang berfungsi antara lain :
  • Untuk mencegah terbentuknya scale CaCO3
  • Untuk mencegah dan menghentikan scale dan korosi akibat logam Fe.
  • Kantung ini dipasang di ujung rangkaian.

Read More...

Electric Submersible Pump (ESP)

Leave a Comment

Pompa ESP merupakan sebuah pompa sentrifugal yang terdiri dari beberapa stages. Satu stages terdiri dari satu impeller yang bergerak (Rotor) dan satu diffuser yang stationary (Stator). Tipe dan stages dari pompa ini akan menentukan banyaknya fluida yang dapat diproduksi serta menentukan total Head Capacity (Daya dorong

Karakteristik Kerja Pompa
Prinsip Kerja ESP
Pompa listrik submersible mempunyai sifat seperti pompa sentrifugal yang lain. Setiap stage terdiri dari impeller dan diffuser, yang dalam operasi fluida diarahkan ke dasar impeller dengan arah tegak. Gerak putar diberikan pada cairan oleh sudu-sudut impeller. Gaya sentrifugal fluida menyebabkan aliran radial dan cairan meninggalkan impeller dengan kecepatan tinggi dan diarahkan kembali ke impeller berikutnya oleh diffuser. Cairan yang ditampung di rumah pompa kemudian dievakuasikan melalui pipa keluar dimana sebagian tenaga kinetis diubah menjadi tenaga potensial berupa tekanan. Oleh karena dilempar keluar maka terjadilah proses penghisapan.

Kelakuan Pompa (Pump Performance)
Kelakuan kerja atau sifat karakteristik kerja pompa ditentukan berdasarkan test pabrik dengan air tawar. Penyajiannya secara grafis dari hasil tes tersebut dibuat grafik karakteristik (performance curve).

Kavitasi dan NPSH (Net Positif Suction Head)
Apabila tekanan absolut dari cairan pada titik di dalam pompa berada di bawah tekanan bubble point (Pb), pada temperatur cairannya, maka gas yang semula terlarut di dalam cairan akan terbebaskan. Gelembung-gelembung gas ini akan mengalir bersama-sama dengan cairan sampai pada daerah yang mempunyai tekanan lebih tinggi dicapai, dimana gelembung akan mengecil lagi secara tiba-tiba yang mengakibatkan shock yang besar pada dinding di dekatnya. Fenomena ini disebut dengan kavitasi. Hal ini akan menurunkan efisiensi pompa.
Kejadian ini berhubungan dengan kondisi penghisapan. Apabila kondisi penghisapan berada di atas tekanan bubble point, maka tidak akan terjadi kavitasi. kondisi suction minimum yang diperlukan untuk mencegah terjadinya kavitasi pada suatu pompa disebut NPSH (Net Positive Suction head).
NPSH adalah tekanan absolut di atas tekanan bubble point dari fluida yang dipompakan di depan casing atau di depan impeller stage pertama yang diperlukan  untuk menggerakkan fluida masuk ke dalam impeller.

Peralatan Electric Submersible Pump (ESP)
Peralatan Electric Submersible Pump (ESP) dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu peralatan di atas permukaan dan peralatan di bawah permukaan.
Peralatan di atas dan di bawah permukaan dari Electric Submersible Pump (ESP) secara lengkap dapat dilihat pada Gambar berikut : 
PERALATAN ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP


Read More...
.