Jumat, 04 April 2014

Pengaturan Dumping (Managing Dumps)


        Selamat pagi, semoga anda selalu berbahagia. jadi hari ini saya akan menjelaskan mengenai pengaturan dumping di dalam tambang, jadi pengaturan dumping ini perlu diperhatikan karena kegiatan ini mempengaruhi produktivitas. jadi bagaimana agar pengaturan dumping itu safety dan efisien? ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 
a. Tanggul pengaman (Safety berm)
  • Tanggul pengaman harus dibuat dengan ketinggian setengah dari diameter roda truck terbesar yang digunakan.
  • Ketinggian tanggul harus tetap terjaga dan ketebalan serta kekuatannya harus mampu menahan bebab dari truck yang dumping mundur.

b. Tahapan Penimbunan (Dumping Sequence)
  • Truck harus datang searah jarum jam dengan posisi tanggul berada pada sebelah kiri dari truck. Kegiatan dumping dimulai dari  lokasi yang terjauh dari area penimbunan yang tersedia.
  • Membelok secara tajam dalam kecepatan tinggi akan menyebabkan material tercecer,  ban dan onderdil dari truck cepat rusak.
  • Operator truck harus memperhatikan posisi dozer (jika ada) dan mematuhi peraturan yang berlaku di lapangan.


Bermanuver searah jarum jam 

Trick mendorong material diatas disposal

Cara membelok yang benar

c. Longsoran atau retakan (Slumping or cracking)
  • Jika di temukan longsoran atau retakan harus dilakukan pengamatan secara terus menerus. Jika menemukan longsoran atau retakan di disposal, operator truck harus melaporkan kepada pengawas secepatnya dan lakukan short dump (mendumping material +  10 meter dari daerah longsoran atau retakan tersebut)

d. Pembentukan area timbunan (Shape of dumps)
  • Area timbunan harus dibuat persegi jangan terlalu membulat, untuk menghindari salah satu bagian dari roda keluar dari dumping point.
Pembentukan area timbunan

e. Jalan angkut disposal (Dump haul roads)

  • Petunjuk dan rambu-rambu serta tiang reflector yang jelas pada jalan angkut ke disposal harus disediakan. Jangan terlalu banyak menggunakan permukaan yang ada. Jika banyak ceceran material di atas jalan segera panggil grader untuk scraping area tersebut.
  • Untuk dumping area yang luas harus dibangun jalan khusus menggunakan meterial  yang baik yang tersedia.  Bentuklah  jalan dengan permukaan yang sesuai dan pastikan drainase yang baik di permukaan jalan.

f. Permukaan timbunan (Dump Face)
  • Titik penimbunan harus mempunyai kemiringan kurang lebih 2% ke arah tanggul pengaman dengan panjang kira-kira  1 X panjang truck. 
  • Grader  harus secara kontinyu menjaga / memelihara kemiringan titik penimbunan kurang lebih 2%, dan area untuk manuver truck harus sudah di diratakan.
  • Kerusakan pada ban dan badan truck akibat tanggul harus dihindari.

g. Safety 
  • Jalan masuk dan keluar harus dilengkapi tanggul dan tiang berreflector. 

  • Lighting plant harus ditempatkan pada posisi yang dekat dengan area kerja (area dumping) dan sebisa mungkin dapat menyinari permukaan kerja



jadi itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengaturan dumping, terimakasih.




Posted By Najib ARANGI PANJAH08.08

Selasa, 22 Januari 2013

Penyelidikan (Survey) Seismik


By : Ulla (Seismologist, PT. Daqing Citra Technology Services)
Pelaksanaan survey seismik melibatkan beberapa departemen yang bekerja secara dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Departemen-departemen yang terlibat antara lain: Topografi, Seismologist, Processing, Field Quality Control (QC) dan departemen pendukung lainya. Dept. Topografi bertugas untuk memplotkan koordinat teoretik hasil desain. Dept Seismologist bertugas mulai dari pembentangan kabel, penempatan Shot point (proses drilling dan preloading) dan selanjutnya dilakukan penembakan dan recording yang teknis pelaksanaanya dikerjakan di LABO. Data hasil recording diolah oleh departemen processing untuk mendapatkan output data akhir pelaksanaan survey. Untuk mengontrol serta meningkatkan kualitas dalam kegiatan akuisisi data seismik maka dilakukan juga Field QC.

Posted By Najib ARANGI PANJAH21.48

Log Gamma Ray


Gamma Ray Log adalah metoda untuk mengukur radiasi sinar gamma yang dihasilkan oleh unsur-unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan di sepanjang lubang bor.

Unsur radioaktif yang terdapat dalam lapisan batuan tersebut diantaranya Uranium, Thorium, Potassium, Radium, dll.

Unsur radioaktif umumnya banyak terdapat dalam shale dan sedikit sekali terdapat dalam sandstone, limestone, dolomite, coal, gypsum, dll. Oleh karena itu shale akan memberikan response gamma ray yang sangat signifikan dibandingkan dengan batuan yang lainnya.

Jika kita berekerja di sebuah cekungan dengan lingkungan pengendapan fluvio-deltaic atau channel system dimana biasanya sistem perlapisannya terdiri dari sandstone atau shale (sand-shale interbeds), maka log gamma ray ini akan sangat membantu didalam evaluasi formasi (Formation Evaluation- FE).

Posted By Najib ARANGI PANJAH21.33